4 Cara Mengejutkan Untuk Si Kaya Agar Cepat Kaya

Anda telah melihat sebuah fenomena yang menarik: Orang-orang terkaya di negeri ini memiliki bakat untuk semakin kaya. Jangan cemburu. Tirulah mereka, sebagai gantinya.

Bagaimana orang kaya semakin kaya? Mereka tidak terjatuh didalam skema cepat kaya, mereka tidak jatuh cinta dengan sahamnya, dan mereka tentunya tidak panic setiap kali ekonomi anjlok terlalu jauh. Dan jika anda melakukan hal yang sama, anda juga dapat terus mengembangkan kekayaan anda.

Dibawah ini anda dapat melihat sejumlah hal mengejutkan – dan tidak begitu mengejutkan – cara-cara orang kaya dengan pasti, yaitu:

  1. Mereka sabar dan diversifikasi

Laurie Samay, seorang perencana bersertifikat dan manajer portofolio keuangan di Scarsdale, New York berbasis Palisades Hudson Financial Group, mengatakan bahwa orang kaya tidak pernah mengejar skema cepat kaya. Sebaliknya, mereka lebih fokus untuk melestarikan kekayaannya, umumnya dengan mengambil pendekatan “pelan tapi pasti” dalam investasinya.

Portofolio investasi orang kaya hampir selalu diisi dengan beragam saham dan obligasi. Keanekaragaman melindungi orang kaya terhadap situasi ekonomi yang tak menentu. Jika satu kelas aset sedang berjuang karena faktor ekonomi luar, yang lainnya mungkin akan melakukan dengan baik. Katakanlah perusahaan minyak berjuang karena harga minyak rendah. Produsen mobil mungkin melakukan lebih baik karena harga gas yang sangat rendah, mendoorng konsumen lebih banyak untuk membeli kendaraannya. Dengan berinvestasi di perusahaan minyak dan produsen mobil, portofolio investor kaya ini tidak mengambil pukulan yang besar.

“Studi akademik telah menyimpulkan bahwa gabungan saham dan obligasi dalam portofolio memiliki pengaruh kinerja yang besar, bahkan biaya transaksi yang lebih dan pilihan keamanan”, kata Samay. “Sama seperti orang kaya, portofoliomu harus diversifikasi”.

Samay mengatakan bahwa semua investor harus berinvestasi dalam berbagai jenis obligasi, ekuitas kapitalisasi yang besar dan kecil serta ekuitas internasional. Dia juga menyarankan agar konsumen berinvestasi dalam kelas aset yang khusus seperti real estate dan sumber daya alam untuk menciptakan portofolio yang paling beragam.

  1. Mereka mengakui kepanikan sebagai sebuah peluang

Ingat saat pasar perumahan anjlok pada tahun 2008 dan 2009? David Hardin – presiden Hardin Financial Group di Troy, Michigan. Dia juga ingat bahwa para orang kaya – setidaknya yang paling cerdas sekalipun- mengambil waktu ini untuk berinvestasi di real estate dengan harga yang lebih rendah. Hari ini, nilai investasi mereka telah melonjak jauh.

“Beli saat orang lain sedang panic”, kata Hardin. “Ini adalah strategi yang digunakan oleh para orang kaya untuk mengembangkan pendapatannya”.

Mereka yang memang kaya kerap menghindari mentalitas kawanan yang sering mengakibatkan penjualan kelas aset atau saham secara besar-besaran. Sebaliknya, mereka membeli saham dan investasi lainnya saat nilai tersebut mencapai titik terendah.

“Orang-orang yang sungguh-sungguh memahami pasar dan studinya melihat peluang saat orang lain mulai panic”, kata Hardin. “Itu adalah saat mereka membuat uang banyak”.

  1. Mereka berinvestasi di perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial

Andre Cherry, CEO dari perusahaan investasi yang berbasis di Los Angeles, mengatakan bahwa orang kaya cenderung berinvestasi di perusahaan yang berkesinambungan dan bertanggung jawab secara sosial. Mereka tidak melakukan ini hanya karena mereka ingin berbuat sesuatu yang baik. Mereka melakukannya karena perusahaan-perusahaan ini cenderung sukses.

Perusahaan yang berbuat baik – memasang praktek ramah lingkungan, berinvestasi dalam program kesehatan karyawan – cenderung melakukan sesuatu yang sangat baik, kata Cherry. Dia menunjuk inisiatif kesehatan karyawan Johnson & Johnson. Untuk setiap dolar yang perusahaan keluarkan pada program tersebut, mereka akan menerima laba US$ 2,71 dalam bentuk tenaga kerja yang lebih produktif dan sehat.

“Saat sebuah perusahaan memotong sampah atau menjadi lebih ramah lingkungan, umumnya mereka akan menghemat uang”, jelas Cherry. “Saat menginstal praktek kerja yang mendorong tenaga kerja yang lebih beragam, mereka mendapatkan basis karyawan yang lebih inovatif dan produktif”.

  1. Mereka tidak pernah jatuh cinta dengan investasinya

Bahkan saham blue-chip dapat terus kehilangan nilai saat selera negara dan konsumennya berubah. Orang kaya menyadari hal tersebut, dan tidak pernah jatuh cinta dengan sahamnya.

“Saya sudah bertemu dengan sejumlah orang yang sungguh-sungguh jatuh cinta dengan saham blue-chip yang diwarisikan kepada mereka”, kata Hardin. “Mereka tidak akan menyingkirkan hal tersebut, dan sejumlah perusahaan tidak lagi melakukan pekerjaannya dengan baik. Mereka tidak melakukan dengan baik selama beberapa dekade. Mereka hidup di kejayaan masa lalu”.

Hardin menggunakan contoh klasik: “Jika perusahaanmu berinvestasi dalam menjual cambuk gerobak dan cambuk gerobak itu tidak ada yang memesannya lagi, anda mungkin harus menyingkirkan saham tersebut”.

Ini mengarah ke titik lain yang penting tentang orang kaya: Mereka meluangkan banyak waktu untuk meneliti perusahaan yang mereka investasikan. Hal ini membantu mereka dalam mengidentifikasi apa yang mungkin rawan bagi perusahaan yang memiliki kinerja yang baik di masa lalu.

“Anda tidak bisa menjadi efisien di pasar saham atau berinvestasi tanpa melakukan penelitian”, kata Hardin. “Apakah anda membeli sebuah bisnis tanpa mengetahui bisnis yang ingin dilakukan dan tanpa memahami pasar dimana ia akan beroperasi? Anda tentu tidak bisa melakukannya. Dan anda tidak perlu menginvestasikan uangmu tanpa melakukan penelitian yang sama”. Penelitian itu sudah dilakukan dan bisa langsung kalian baca pada referensi untuk belajar investasi jangka pendek sebagai bisnis online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *